Al-Hasan rahimahullah berkata, “Ketahuilah, engkau tidak dianggap mencintai Rabbmu hingga engkau mencintai ketaatan kepada-Nya.”
Dzun Nun rahimahullah ditanya, “Kapankah aku dikatakan mencintai Rabbku?” Beliau menjawab, “Seseorang dianggap mencintai Allah apabila ia bersabar terhadap hal-hal yang dibenci-Nya.”
Yahya bin Mu’adz rahimahullah berkata, “Orang yang mengaku mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala, tetapi tidak menjaga batasan-batasan-Nya, bukanlah orang yang jujur.”
(Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, hlm. 104, Darul ‘Aqidah)
Sumber: Majalah Asy Syariah no. 80/VII/1433 H/2012, rubrik Permata Salaf.
subhanallah….
sangat bermanfaat taujihnya
syukron.