Adab Berteman Ketika Menuntut Ilmu

Asy-Syaikh Muhammad Syakir rahimahullahu mengatakan,

“Wahai anakku, apabila ada seorang temanmu yang merasa sulit memahami sebuah masalah lantas meminta penjelasan kepada ustadz, dengarkanlah jawaban ustadzmu. Bisa jadi, dengan pengulangan penjelasan itu engkau mendapatkan sebuah pelajaran yang sebelumnya tidak engkau ketahui.

Hati-hatilah, jangan sampai engkau mengucapkan perkataan yang menunjukkan penghinaan kepadanya, atau engkau menampakkan raut muka yang meremehkan daya pikirnya.

Wahai anakku, pernah ditanyakan kepada al-Imam Abu Hanifah rahimahullahu, ‘Dengan apa Anda bisa mencapai derajat ilmu seperti ini?’ Beliau menjawab, ‘ Aku tidak bakhil untuk memberi faedah ilmu, tidak pula enggan meminta orang lain memberi faedah ilmu kepadaku’.” (Washaya al-Aba’ lil Abna’, hlm. 28-29)

Sumber: Majalah Asy Syariah vol. VII/No. 77/1432 H/2011, rubrik Permata Salaf.

2 thoughts on “Adab Berteman Ketika Menuntut Ilmu

  1. Bismillah
    Assalamu’alaykum warohmatullohi wabarokatuh..
    afwan jiddan saudaraku,Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimus shoihat,Biiznillah antum diberi kelebihan dalam menyebarkan dakwah tauhid..ana ukhtuka fillah Walhadmulillah atas kehendak-Nya baru menjelajahi blog2 antum yang Masya Allah..namun saudaraku,jika dirimu ingin berdakwah bersungguh2lah menyebarkan Al Haq,,saat ana membuka blog antum tentang kisah2 Nyata..Subhanallah tak terasa air mata terjatuh,namun saudaraku biiznillah saat ana melihat sumbarnya Allahul Musta’an…tahukah antum akhi fillah siapa Ustadz Abu Umar Basyir?dan tahukah antum apa hukum menukil perkataan ahkuk bid’ah oleh Al ustadz Abu KArimah Askari hafidzohullohu Ta’ala??sungguh Al Haq tak dapat dicampur adukkan dengan kebathilan..Demi jiwaku yang ubun-ubunku ada di tangan-Nya,ana sarankan antum saudaraku mengambil kisah nyata bagaiamana perjuangan Rosulullah Shallallahu’alaihi wasallam,para shahabat,sahabiyyah,para imam,para’ulama salaf…nasihat ini tertuju bagi ana pribadi..Semoga Allah’Azza wa Jalla memberi Rahmat dan hidayah Taufiq-Nya kepada kita semua.Amin Ya Mujibad Du’a.barokallahi fiikum.

  2. untuk Ummu Ibrahim hadahullaha ta’ala.

    Ingatlah bahwasanya Muhammad bin ‘Ajlan rahimahullahu mengatakan, “Ucapan manusia ada empat macam: (1) berzikir mengingat Allah Subhanallahu wa Ta’ala, (2) membaca Al-Qur’an, (3) bertanya tentang sebuah ilmu lalu ia diberi tahu, dan (4) berkata tentang urusan dunia yang diperlukan.

    Seseorang berkata kepada Salman al-Farisi rahimahullahu, ‘Berilah aku wasiat!’ Salman mengatakan, ‘Engkau jangan berbicara.’

    Lelaki itu menjawab, ‘Orang yang hidup di tengah-tengah manusia tidak mungkin tidak berbicara.’
    Salman menukas, ‘Jika demikian, kalau engkau berbicara, bicaralah yang benar. Kalau tidak, diamlah.’

    Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan, ‘Demi Allah, yang tidak ada sesembahan yang benar selain Dia, tidak ada sesuatu di muka bumi ini yang lebih pantas dipenjara dalam waktu yang lama selain lisan.’

    Wahb bin Munabbih rahimahullahu mengatakan, ‘Para ahli hikmah bersepakat bahwa pokok hikmah adalah diam’.” (Jami’ al-’Ulum wal Hikam, hlm. 178)

    tampaknya koment anti secara tidak langsung telah mengeluarkan Ust Abu Umar Basyir dari ahlu sunnah, sementara (Alhamdulillah) telah kita kenal dakwah beliau dalam mengajarkan tauhid dan menghidupkan sunnah -dengan karunia Allah- ? siapa diri anti disisi kami kaum muslim awwam di Indonesia ? siapa diri anti sehingga berani mengeluarkan seseorang dari ahlu sunnah ? telah membid’ahkan seseorang yang anti sendiri tidak tahu dan mengambil perkataan (taqlid) dari ust anti ? kalaupun bersalah pada sisi apakah mutlak seseorang itu bisa keluar dari ahlu sunnah. Kami tidak kenal anti sebagai seorang ulama Jarh wa Ta’dil. Kami sungguh sungguh tidak kenal anti.

    Atau antum kira sama antara Ust Abu Umar Basyir dengan Ust Abu Bakar Baasyir yang Neo Khoriji itu ? maka kedua duanya adalah anggapan yang salah. Jadi ana sarankan anti diam, jangan berkata mengenai seseorang yang anti tidak tahu mengenainya. Sebaiknya anti diam daripada memancing fitnah dan memfitnah orang lain terutama memancing dakwah tauhid dan dakwah sunnah yang mubarakah ini. Barakallahufiik….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s